Saat jam istirahat, Noah tidak melihat Blue keluar dari kelasnya. Yang ada hanya teman-teman Blue yang sudah berkumpul di kantin.
"Blue kemana?" tanya Noah pada Yaya yang sedang duduk di sana.
"Di kelas. Katanya perutnya sakit, jadi dia nggak mau makan," jawab Yaya santai.
Mendengar itu, Noah langsung berlari menuju kelas Blue. Begitu sampai, matanya langsung tertuju pada sosok Blue yang duduk sendirian di bangkunya, mengenakan hoodie miliknya yang kebesaran.
Blue tampak menunduk sambil memegangi perutnya. Keringat membasahi wajahnya, dan bibirnya tampak pucat.
Perasaan khawatir langsung menyelimuti Noah. Ia berjalan mendekat, lalu berjongkok di depan Blue, suaranya ia pelankan agar tidak mengagetkan gadis itu.
"Sayang, kamu kenapa?" tanyanya lembut.
Blue mengangkat kepalanya perlahan. Tatapannya sedikit sayu, dan senyum tipis mencoba ia paksakan.
"Aku nggak papa... Cuma perutnya agak sakit," jawabnya lemah.
Noah menghela napas, jelas ia tidak percaya begitu saja. Dengan cepat, ia meletakkan tangannya di dahi Blue, memastikan suhu tubuhnya.
"Kamu keringetan gini, bibirnya pucat juga. Nggak bisa dibilang ‘nggak papa’," ucap Noah, matanya menatap Blue penuh perhatian.
Blue hanya tersenyum kecil, berusaha meyakinkan Noah. Tapi Noah tahu, ia nggak bisa membiarkan Blue terus seperti ini.
Noah menghela napas, lalu meraih tangan Blue dengan lembut. "Kita ke UKS aja, ya? Biar bisa istirahat sebentar."
Blue menggeleng pelan. "Nggak usah, aku nggak papa kok. Nanti juga baikan sendiri," katanya, meskipun jelas dari ekspresinya kalau ia masih merasa kesakitan.
Noah mendesah pelan. Ia tahu Blue keras kepala, tapi kali ini ia nggak akan membiarkannya begitu saja. Dengan hati-hati, ia meraih botol minum dari tas Blue dan membuka tutupnya.
"Kalau nggak mau ke UKS, minimal minum dulu, ya?" Noah menyodorkan botol itu.
Blue sempat ragu, tapi akhirnya menerima botolnya dan meminum beberapa teguk. Sementara itu, Noah tetap berjongkok di depannya, memperhatikan setiap gerak-geriknya.
Tiba-tiba, perut Blue kembali terasa nyeri. Ia meringis, membuat Noah semakin panik. Tanpa berpikir panjang, Noah berdiri, lalu menunduk sedikit ke arahnya.
"Udah, nggak ada alasan lagi. Aku gendong kamu ke UKS," ucap Noah tegas.
Blue terkejut. "Hah? Nggak usah, Noah! Aku bisa jalan sendiri kok."